Showing posts with label ekonomi digital. Show all posts
Showing posts with label ekonomi digital. Show all posts

Friday, March 30, 2018

Ketika 5G akan Jadi Tren di Masa Depan

Menurut World Economic Forum (WEF), diprediksi pada 2019 jaringan 5G pertama kali akan diluncurkan. Ini menandai bahwa dunia akan bergerak dengan cepat dan big dengan koneksi internet yang berpuluh kali lebih cepat dari saat ini. Internet of Things (IoT) akan menjadi trend  baru di mana berbagai macam perangkat (device) akan terkoneksi dengan internet. Produksi data akan mencapai ukutan Terra Byte dalam ukuran waktu yang semakin pendek. Saat itu penggunaan big data menjadi umum di kalangan masyarakat. Sekarang memang sudah cukup familier, namun di masa IoT lebih lagi. Teknik pengolahan data dengan statistik mungkin akan semakin canggih lagi.


Ini adalah trend global dan mau tidak mau kita akan terkena imbasnya. Paling gampang tren tersebut akan mengubah pola hidup kita saat ini. Saya coba elaborasi peluang IoT di dunia pertanian kita, di mana memang kita ditakdirkan sebagai negeri agraris. Kita akan dimudahkan melihat kondisi padi yang kita tanam atau komoditas lainnya melaui kontrol otomatis dengan robot yang bernama drone. Di sana tingkat kesuburan tanaman akan bisa diukur sehingga waktu panen akan bisa ditentukan secara relatif presisi. Di sisi lain, unsur hara tanah bisa diukur dengan perangkat yang secara real time dapat dilihat di layar monitor komputer kita. Kondisi ini ditambah dengan alat traktor yang lebih canggih dan alat untuk menanam bibit yang bisa dilakukan dengan robot. Saya bukan menganjurkan untuk memodernisasi proses pertanian kita dengan alat yang saya sebut tadi melihat proses tanam kita saat ini masih sangat bergantung dengan orang, namun semangatnya adalah bagaimana produktivitas pertanian kita bertambah dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Saya khawatir jika kita tidak melakukan inovasi di dunia pertanian, kita akan di-overtake oleh perusahaan pertanian asing.

Saya optimis dengan masa depan Indonesia dengan anak-anak mudanya yang kreatif, namun jika peluang ke depan kurang dipahami atau hanya dipahami sebagian orang saja, kecil kemungkinan perubahan radikal akan terjadi. Semangat kolaborasi dan bagi-bagi peran sangat dibutuhkan untuk masa depan Indonesia. Kita perlu menyiapkan satu keunggulan bangsa ini di masa mendatang tak lain adalah kemandirian kita sebagai bangsa yang merdeka. 

Wednesday, December 20, 2017

Harusnya Indonesia punya Cloud Server Sendiri

Pernah dikatakan oleh sebuah pelaku startup bahwa dia belum butuhkan bantuan regulasi dari Pemerintah. Soalnya mereka dapat survive sampai sejauh ini tanpa campur tangan regulator atau Pemerintah. Selama ada demand mereka bisa hidup meskipun itu sekedar projek pembuatan aplikasi dimana nilai pengembangannya (development) tidak ada. Sementara itu, Pemerintah lewat Kominfo terus menggenjot tumbuhnya startup digital dengan harapan Indonesia turut serta menikmati potensi ekonomi yang besar di era digital saat ini.

Beberapa waktu lalu saya ngopi bersama teman satu jurusan Matematika dulu. Dia sekarang bagian dari Tim startup di Bandung. Katanya dia dan kawan-kawannya akan masuk ke Fintech di mana saat ini sedang kerjakan projek seperti pembuatan aplikasi. Aku katakan ke dia hasil usulan Mastel terkait Internet of Things (IoT) biarpun doi secara langsung belum masuk ke sana bahwa pengaturannya akan dilakukan secara sektoral. Sebagai contoh IoT di bidang pertanian maka Kementan akan buat regulasinya bukan satu atap seperti Kominfo.

Saat kutanya apa yang seharusnya Pemerintah dorong, ia katakan cloud server. Indonesia harus punya cloud sendiri, karena untungnya gede kalo punya. Umumnya saat ini startup pake yang udah ada seperti AWS, Google, Dan sebagainya. Kalo Indonesia punya sendiri cloud server bakalan nguntungin dalam hal privasi data sebagai contoh. Kata doi, cloud server Pemerintah perlu sediakan segera.

Di buku yang sedang direview Mastel, kami tulis juga, jika tak salah, terkait pengadaan cloud server ini. Moga-moga aja Pemerintah ke depan benar-benar nyiapin ini.