Monday, May 08, 2017
Friday, August 19, 2016
ITB Financial Industries Days 2016
Hari ini saya mengikuti acara ITB Financial Industries Days 2016 di Auditorium Ipteks lantai dasar CC Timur ITB. Acara ini yang diselenggarakan oleh KK Industri Keuangan Matematika ITB ini cukup menyedot antusiasme warga. Hari ini adalah hari kedua acara dan agendanya adalah workshop investasi pasar saham. Perwakilan dari BEI dan RHB Securities bertindak sebagai pembicara acara.
Acara seharian (8-17) hari ini cukup menyedot energi bagi saya. Jedahnya sekitar sejam barengan dengan waktu ibadah jum'at. Biarpun demikian itu sebanding dg materi yg dibawakan juga dengan fasilitas yang disediakan panitia. Saya hanya bayar 25 ribu ke panitia, namun dapat makan siang, snack, sertifikat dan juga materi tentunya. Ini jelas murah sekali. Moga acara ini bisa berlanjut di waktu-waktu selanjutnya. Saya dukung rencana Bu Rieske untuk buat semacam kerjasama (lebih erat) antara Industri Keuangan dengan ITB di kemudian hari dalam bentuk sertifikasi manajer keuangan salah satu contohnya.
Investasi menurut Pak Berlian dari RHB Securities adalah bergerak bersama perusahaan. Artinya seorang yang bertindak sebagai investor memiliki implikasi atas maju/mundurnya perusahaan. Tujuan investasi sendiri adalah untuk mengatasi inflasi. Menurutnya inflasi riil jauh lebih besar dibandingkan dg data statistik yg diberikan pemerintah. Beliau mencontohkan Indomie. Dulu indomie harganya sekitar Rp 300 dan kini Rp 2000. Ini menujukkan telah terjadi kenaikan/inflasi sekitar 700 persen. Maka dari situlah investasi kudunya mengikuti angka ini.
Sementara itu, Bapak perwakilan dari BEI mencontohkan Warrent Buffet sbg investor yang berhasil. Di Indonesia juga ada ternyata yaitu Lo Kheng Hong. Menurutnya dua orang ini jeli dalam memilih saham mana yg memiliki prospek bagus. Lo membaca lebih dari 40 buku Buffet dan kemudian menerapkannya. Ia tekun dalam membaca laporan keuangan perusahaan. Saham-saham IPO (Initial Public Offering) dibeli (tentunya yg prospeknya positif) dan diendapkan beberapa tahun. Dalam tahap awal sebelum berinvestasi, Baffet bahkan sampai datang ke perusahaan dan ngobrol dengan pegawainya. Ini tak lain untuk melihat kinerja perusahaan secara lebih dekat agar tidak 'memilih kucing dalam karung'. Akhirnya, selamat berinvestasi di pasar saham :)
Tuesday, August 09, 2016
#OpiniHarteknas : Komersialisasi Riset di Perguruan Tinggi Kita
Tuesday, August 02, 2016
The False Promise of the Entrepreneurial University
Saya barusan kelar baca cepat (karena g mudeng semua isinya, hehe) terkait Entrepreneurial University. Judul aslinya seperti yang saya tulis di judul tulisan ini. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia bunyinya gini "Janji yang keliru dari Entrepreneurial University (EU)". Buku ini tebalnya 129 halaman pdf.
Nah, konteks geografis dalam buku ini adalah Amerika Serikat. Secara di sana banyak sekali kampus yang mengadopsi konsep EU. Intinya kalo g salah begini. Beberapa kampus di AS coba meniru gaya Stanford University yg berhasil membuat lingkungan inkubator bisnis Silicon Valley. Mereka pengennya adopsi mentah2 aja tanpa faham betul potensi yang dimiliki wilayah dimana kampus2 itu berdiri. Akibatnya apa? Yang dipikirkan adalah paten dan beberapa karya akademik yg memiliki nilai ekonomik.
Sebagai contoh sebuah kampus di Wilwaukee AS pengen jadi Silicon Valley di bidang teknologi air (Water Technology) tapi akhirnya gagal. Mengapa? Karena lingkungannya tidak mendukung. Beda halnya dengan Israel dan Singapura yang dikenal lama maju di bidang ini. Artinya disini adalah berdirinya sebuah teknopolis dikarenakan ada kebutuhan, tidak sekedar keinginan.
Banyak juga yang menginginkan kampus itu penyedia segala macam kebutuhan industri. Ini juga keliru. Kampus itu sejatinya pencetak orang-orang yang memiliki keahlian tertentu yang nantinya akan digunakan di dunia kerja. Hubungan kampus dan industri sekedar hubungan yang proporsional.
Selanjutnya, spending dana untuk riset yang besar-besaran di kampus AS tidak serta merta akan otomatis menggeliatkan ekonomi di wilayah kampus berdiri. Sekaya bagaimanapun, kampus adalah lembaga pendidikan yg tujuan utamanya mendidik (to educate).
Sunday, March 06, 2016
Tiga Buku Rekomendasi
Friday, February 26, 2016
SGRC UI : Sebuah Gerakan Pro LGBT atau Komunitas Diskusi ?
Friday, December 25, 2015
Antara Jurusan dan Program Studi
Wednesday, December 23, 2015
Para Intelektual Kampus Ganesha
Sunday, August 09, 2015
METODE BERFIKIR, SISTEM, DAN TEORI PEMBANGUNAN
- sistem memiliki struktur, didefinisikan oleh komponen-komponen/elemen-elemen dan komposisinya. Tegasnya adanya keterkaitan komponen satu dengan yang lainnya.
- Sistem memiliki prilaku (behavior), yang meliputi input, proses, dan output dari energi material, informasi, atau ini. Hal ini tak lain berada dalam konteks manufaktur.
- Sistem memiliki interkonektivitas. Bagian-bagian yang bermacam-macam dari sebuah sistem memiliki hubungan-hubungan baik fungsional maupun struktural terhadap yang lainnya. Poin ketiga ini berlaku jika berada dalam berbagai sistem yang berbeda.
- Sistem boleh memiliki beberapa fungsi atau kelompok-kelompok fungsi.
- Lingkungan dan batasannya. Teori sistem menggambarkan dunia sebagai sistem kompleks dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Kita menjangkau sebuah sistem dengan mendefinisikan batasannya, ini berarti memilih entitas mana yang berada di dalam atau di luar sistem – bagian dari dari lingkungan. Kita kemudian membuat model dari sistem untuk memahami dan memprediksi atau mempengaruhi perilaku masa depannya. Model-model ini dapat mendefinisikan stuktur dan/atau kelakuan sistem.
- Sistem alam dan sistem buatan manusia. Sistem alam dapat tidak memiliki tujuan yang jelas tetapi kelyarannya dapat diinterpretasikan sebagai tujuan. Sistem buatan manusia dibuat dengan tujuan yang dicapai melalui pengiriman keluaran (output)nya.
- Kerangka teoretis. Sebuah sistem terbuka menukar unsur atau energi dengan daerah sekitarnya. Kebanyakan sistem merupakan sisrem terbuka, seperti sebuah mobil, pembuat kopi, atau komputer. Sedangkan sistem tertutup menukar energi namun bukan unsurnya dengan lingkungannya, seperti bumi atau Biosfer. Sistem terisolasi tidak menukar unsur maupun energi dengan lingkungannya. Contoh teoretik dari sistem tersebut adalah alam semesta.
- Proses dan proses transformasi. Sistem buka dapet juga digambarkan sebagai sebuah proses transformasi yang terbatasi, yaitu sebuah kotak hitam yang merupakan sebuah proses atay koleksi dari proses yang mentransformasikan masukan (input) kedalam output. Input terkonsumsi sedangkan output terproduksi. Konsep input dan output disini sangat luas. Misalkan output dari sebuah kapal penumpang adalah pergerakan orang dari keberangkatan menuju destinasi.
- Subsistem. Subsistem merupakan sebuah kumpulan dari unsur-unsur, yaitu sebuah sistem tersendiri, dan sebuah komponen dari sistem yang lebih luas.
- Model sistem. Sebuah sistem terdiri dari berbagai macam gambaran. Sistem buatan manusia seperti halnya konsep, analisis, desain, implementasi, penyebaran, struktur, data masukan, dan penyajian data keluaran. Model sistem diperlukan untuk mendeskripsikan dan merepresentasikan beberapa pandangan ini.
- Arsitektur sistem. Arsitektur sistem menggunakan model integrasi tunggal untuk deskripsi berbagai pandangan seperti konsep, analisis, desain, implementasi, penyebaran, struktur, kelakuan, data masukan, dan data keluaran adalah semacam model sistem.
- Pembangunan harus dipandang sebagai suatu proses multidimensional (sistem kompleks). Sistem kompleks adalah unsur-unsur/bagian-bagian penyusun sistem dapat dijelaskan dengan mudah, namun prilakunya secara keseluruhan tidak mudah dijelaskan.
- Sistem kompleks yang menyangkut perubahan meliputi ; perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi nasional
Monday, August 03, 2015
KONSEP DPSIR DAN DEFINISI TEORI PEMBANGUNAN
- Transparansi dan untuk mempermudah
- Memperbaiki komunikasi
- Memisahkan konsep-konsep dalam sistem yang lebih besar
- Human-centric
- Menyiratkan hubungan kausal (sebab-akibat)

- Faktor produksi yang terdiri dari atas tanah, tenaga kerja dan modal yang dipakai untuk kegiatan ekonomi untuk hasilkan barang dan jasa serta distribusinya.
- Bahan/keadaan yang dapat digunakan manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya.
- Segala sesuatu baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud yang digunakan untuk mencapai hasil, seperti peralatan, sediaan waktu, dan tenaga kerja.
- Penggunaan yang sistematik dari pengetahuan ilmiah dan teknis untuk menemui tujuan-tujuan atau persyaratan-persyaratan yang spesifik.
- Sebuah perluasan dari aspek-aspek teoretis atau praktis dari sebuah konsep, desain, penjelajahan, atau penemuan.
- Proses dari transformasi ekonomi dan sosial yang didasarkan pada faktor-faktor kulturan dan lingkungan yang kompleks dan interaksi-interaksinya.
- Proses penambahan perbaikan-perbaikan untuk sebidang tanah, seperti gradasi, subdivisi, drainase, akses, jalan, utilitas.
- Teori pembangunan adalah sebuah integrasi teori-teori tentang bagaimana perubahan yang diinginkan dalam masyarakat adalah terbaik untuk dicapai, seperti teori-teori tumbuh dalam berrbagai disiplin ilmiah sosial dan pendekatannya.




















