Kopi Sachet
Kopi identik dengan rasa kantuk. Tapi kadangkala istilah tersebut tidak
berlaku. Kita mengopi karena ingin.
Saat begadang tidak ada teman, kita buat kopi sebagai teman setia. Tidak harus
mahal, cukup kopi sachet seribu rupiah. Tidak kenal malam ataupun pagi hari.
Kopi sachet tetap diseduh.
Ragam kopi banyak sekali.
Gambaran detailnya kita bisa berkunjung langsung di kedai khusus kopi seperti starbuck. Namun, tentunya kita harus
keluarkan budget yang tidak sedikit. Harga menyesuaikan rasa. Istilah itu
rasanya valid dan dirasakan betul oleh para maniak kopi. Tetapi tidak bagi
pecandu kopi sachet. Kopi sachet dihargai seribu sampai seribu lima ratus
rupiah. Merk-nya pun bermacam-macam. Rasanya juga bermacam-macam. Ada kopi
putih, kopi hitam, dan kopi susu. Kita bebas memilih tergantung selera kita.
Harga yang relatif murah tersebut membuat kita kecanduan. Membuat kita menaruh
pilihan pada kopi sachet. Kopi jenis lain nanti dulu.
![]() |
Kopi putih (doc. google.com) |
Kopi Putih
Kopi putih adalah salah satu
ragam dari kopi sachet. Iklan-iklan di TV tidak henti-hentinya menawarkan kopi
sachet jenis ini. Merk yang terkenal dengan kopi hitamnya berinovasi dengan
mencipta kopi putih. Perang produk tidak bisa dihindari. Pemain lama sampai
pendatang baru kopi putih memasuki zona kompetisi yang berharga mahal. Stretegi
promosi pun dterapkan dengan aneka metode. Mulai dari memperbesar dan
mempercantik bungkus sampai bonus ; beli
dua dapet satu dan sebagainya. Kopi putih merupakan wajah baru dari kopi
sachet.
Kopi tanpa ampas sekaligus miliki
rasa dekati karamel (ingat permen alpenliebe)
adalah alasan mengapa kopi putih menjadi pilihan saya. Jika dipresentasi, kopi
tanpa ampas delapan puluh persen, dua puluh persen untuk sisanya. Terkait merk,
saya terbuka dengan merk kopi sachet apapun. Namun, saya menaruh poin besar ke
kopi sachet merk Luwak White Koffie.
Bukan karena pemeran iklannya yang cantik dan ganteng melainkan karena dua poin
diatas. Referensi perbandingan produk saya tidak banyak. Hanya beberapa produk
kopi sachet. Jika saya kembali ke kedai kopi dan memilih kopi putih atau
sejenisnya, mungkin sekali saya akan dapatkan kopi putih yang lebih istimewa.
Kopi putih sachet bisa jadi tertinggal sekian skala. Kopi putih dari kedai
melesat jauh ke bintang-bintang. Lidah saya dibuat bergoyang-goyang. Saya menjelma
menjadi manusia bebas yang terbebas dari semua masalah. Apakah kopi di kedai
itu kopi tiwus ?
0 komentar:
Post a Comment