Showing posts with label Perguruan Tinggi. Show all posts
Showing posts with label Perguruan Tinggi. Show all posts

Sunday, October 11, 2026

"From Lab to Market" akhirnya Terbit!

Setelah mengawali dunia kepenulisan buku pada tahun terakhir menjelang lulus S1, beberapa karya penulisan buku saya terbit. 

Dimulai dari karya indie sampai terbit karya pertama diterbitkan oleh ITB Press (2018) berjudul Startup Teknologi. Kala itu buku membahas perjalanan sebuah perusahaan drone atau UAV di Bandung yang didirikan oleh dosen ITB..

Selanjutnya, perjalanan kepenulisan saya berjalan dan beberapa buku terbit. Pembahasan pun semakin dalam seiring dengan perjalanan pendidikan saya yang akhirnya bisa mengawali S3 pada 2021 dan lulus pada 2024..

Di tulisan saya semuanya, entah di paper, buku, maupun tulisan populer, masih dalam lingkup inovasi teknologi, baik pembahasannya di skala makro, meso, maupun mikro. Pada S3, studi saya mengerucut pada level mikro dengan mengambil studi kasus beberapa inisiasi komersialisasi teknologi yang berhasil di ITB. Beberapa paper telah berhasil saya buat, dan sampai akhirnya saya menulis buku yang serius. Saya beri judul "From Lab to Market: Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi".



Buku ini tidak hanya bersumber utamanya dari disertasi saya, melainkan juga dari hasil penelitian saya setelahnya. Hasil keikutsertaan saya di pelatihan Lab2Market di Bangkok (2025) dan RTTP oleh ITMA (2025) juga merupakan referensi materi di buku ini..

Buku ini diterbitkan oleh Tel-U Press pada Agustus tahun ini. Semoga buku ini bisa menjadi salah satu rujukan untuk praktisi dan akademisi di bidang transfer teknologi dan inovasi. Bagi tertarik untuk membeli bisa di sini https://telupress.telkomuniversity.ac.id/product/from-lab-to-market%3A-hilirisasi-riset-perguruan-tinggi/180/573



Salam,
Uruqul Nadhif

Sunday, October 02, 2022

Mengelola Inovasi di Perguruan Tinggi

Inovasi sederhana dapat diartikan sebagai suatu kebaruan baik dari produk atau jasa, proses, maupun model bisnis [1] yang dipakai. Dipakai berarti dimanfaatkan sehingga mampu menciptakan kemudahaan bagai pemakainya yang membuat kehiduapan menjadi semakin baik. Inilah yang membuat inovasi penting karena memiliki nilai tambah (added-value) sehingga memungkinkan orang untuk membeli atau menggunakannya. 

Perguruan tinggi merupakan bagian dari industri pendidikan dalam kacamata kapitalisme yang memungkinkan benefit bagi pihak yang berada dalam industri ini. Benefit ini dapat dihasilkan melalui penjalanan praktik inovasi didalamnya. Namun sebelum mengarah ke sana, perlu disadari bisnis utama perguruan tinggi adalah pengajaran yang selanjutnya bisa berkembang ke arah penelitian, konsultansi, dan model bisnis lain. 

Jika kita break down ke arah jenis inovasi, bisa kita optimalkan revenue dari masing-masing jenis:

  • Inovasi produk atau jasa, bagi perguruan tinggi yang kuat di riset sebagai, hasil riset bisa dijual ke industri melalui licensing atau kolaborasi spin-off. Atau pengetahuan yang tangible dari para dosen dapat dijual ke berbagai pihak sebagai bagian dari workshop.
  • Inovasi proses, bagaimana proses pengajaran disesuaikan dengan relevansi zaman informasi misalkkan universitas dapat memaksimalkan platform secara memungkinkan pendidikan tidak hanya dilakukan secara offline, melainkan juga online.
  • Inovasi model bisnis, pengajaran sebagai sumber revenue dapat ditingkatkan melalui optimalisasi sumber lain seperti consulting atau kerjasama dengan open platform pengajaran lain.

Pastinya, usaha besar harus dilakukan oleh Perguruan Tinggi jika ingin optimalisasi inovasi yang saya sebutkan di atas. Perlu dukungan berbagai faktor jika ingin sukses menjalankan ketiga jenis inovasi di atas.  


[1] https://www.northeastern.edu/graduate/blog/types-of-innovation/

Wednesday, August 03, 2016

University in a Neoliberal World

Barusan kelar baca buku tipis karangan Alex Callinicos berjudul "Universities in a Neoliberal World". Buku ini secara umum berupa kritik atas pengaruh neoliberalisme di Perguruan Tinggi. Neoliberalisme ini faham yang digagas Margareth Thatcher dan Ronald Reagan di tahun 1980-an dimana intinya adalah bagaimana market (pasar) sebagai penggerak perekonomian. Impact dari ini adalah terjadinya arus besar-besar swastanisasi berbagai aset milik negara dengan dalih efisiensi dan sejenisnya.

Kajian dari buku ini terfokus pada wilayah Inggris. Di buku diceritakan bahwa sejak masa Thatcher berkuasa, banyak kampus-kampus di Inggris menjalin kerjasama besar-besaran dg dunia industri. Kampus-kampus yang dimaksud bukan seluruh kampus di daratan Inggris, melainkan kampus yg dianggap memiliki reputasi baik seperti Oxford, Cambridge, Imperial, LSE, dan sebagainya. Kampus-kampus ini diberi anggaran riset yg luar biasa besar. Adapun donaturnya selain dari pemerintah juga pihak swasta (industri). Dalam perkembangannya, kampus2 ini menjadi elit dan menjadi kampus top dunia. Ini menjadikan banyak mahasiswa asing (terbanyak China) studi di sana. Orang-orang asli Inggris yg notabene tidak beruntung secara ekonomi akhirnya terpinggirkan. Akses ke pendidikan tinggi (higher education) menjadi esklusif.

Hal lain yang muncul adalah biaya pendidikan yang tinggi. Muncul skema utang dari pembiayaan PT seperti student loan. Namun ini menurut penulis, implikasi justru jelek. Banyak mahasiswa yg pada akhirnya tdk mampu membayar. Impact selanjutnya yaitu banyaknya mahasiswa yang disamping studi juga bekerja baik full-time maupun part-time. Ini menjadikan beberapa dari mereka terkendala dalam masalah studi.

Neoliberalisme memunculkan persaingan yang sangat di kalangan banyak scholar. Aura PT menjadi seolah-olah menjadi sebuah korporasi. Banyak kampus  menerima mahasiswa yang banyak padahal sebenarnya kapasitasnya tdk cukup. Keadaan ini yang dikeluhkan oleh penulis. Dunia memang bergerak ke tatanan pasar bebas, namun PT seharusnya memiliki sikap untuk mempertahankan budaya diskusi dan mengkaji untuk memberikan sulusi bagi tatanan dunia ini. Kampus tidak boleh terlarut pada arus, tetapi dapat memberi warna pada arus tersebut.