Showing posts with label Galau. Show all posts
Showing posts with label Galau. Show all posts

Thursday, July 09, 2015

How to make this country great ?

Kedengarannya biasa saja dengan pernyataan "How to make this country great ?" bagi sebagian besar kita. Seringkali pemerintah mendengungkan program-program strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai negara besar dengan pertumbuhan ekonomi yang besar pula. Bahkan ada yang bilang kalo Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai tingginya GDP, GNP, dan berbagai parameter lain, otomatis Indonesia akan bisa disebut negara maju. Benar kah ?

Jika kita eksplorasi lebih jauh di internet terkait ke mana negara ini akan melangkah, kita akan kesulitan. Negara ini masih sibuk dengan urusan para elite. Tidak ada visi besar yang akan diwujudkan di kemudian hari. Coba Anda search di youtube.com, dan klik "Indonesian dreams" atau "Future of Indonesia", Anda tidak akan temukan gambaran holistik terkait Indonesia di masa yang akan datang. Tapi coba klik "Blue economy Malaysia" Anda akan dapatkan gambaran ekonomi kelautan Malaysia dalam 2020.
Lebih mencengangkan lagi, coba buka "2045.com", Anda akan dapatkan gambaran masa depan peradaban manusia di tahun 2045. Langkah-langkah per tahunnya telah di buat, dan ini jelas terukur "measurable". Tanda-tanda kemajuan negara lain juga telah kita rasakan bersama. India berhasil mengirimkan awaknya ke Mars, itu pembuktian India dengan tempatkan negara tersebut sebagai "promising developing country". China menunjukkan kedigdayaannya dengan aneka barang-barang elektronik berharga lebih murah dari brand ternama, namun lambat laun menggeser mereka. Tak hanya itu, China ekspansi besar-besaran pengaruh di Afrika dan Asia Tenggara. Sementara itu, Korea lebih dahulu dengan karakter bangsanya yang ingin bergerak maju (coba buka "secret behind Korea's economic success" di youtube). Negara tetangga satu rumpun kita, Malaysia telah bergerak mendahului kita dengan riset-risetnya yang jauh lebih progresif.

Lupakan kejar gelar "negara maju" dan berbagai pujian dari negara lain akan pertumbuhan dan kestabilan ekonomi negeri ini. Bagi saya itu pujian negara lain tidak penting. Lebih penting yakni bagaimana pembukaan UUD 1945 yakni "masyarakat adil, makmur" itu benar-benar terwujud. Bagaimana mewujudkannnya ? Kita bersama tahu bahwa harus ada "added value" dalam aktivitas ekonomi kita. Transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Tak lain harus mendasarkan kegiatan ekonomi kita dalam "knowledge based economy". Tak ada lain.

Sampai detik ini saya masih pesimis dengan pemerintahan Indonesia saat ini. Bagaimana tidak kolaborasi akademisi (universitas) - bisnis (pengusaha) - pemerintah - komunitas belum terbentuk secara sinergis. Pemilihan Umum (Pemilu) yang dijalankan tiap lima tahun sekali hanya mengganti pucuk pimpinannya saja, hasilnya tak ada perubahan sistemik dan berdampak luas untuk kemakmuran rakyat. Para pemburu rente dan elite yang berbisnis SDA kita masih bersembunyi dibalik kekuasaan. Rakyat dijerumuskan dengan tanyangan koruptor yang ditangkap, tetapi bagi saya koruptor sejati adalah pemerintah itu sendiri.

Lalu "How to make this country great?". Bangsa ini bermimpi saja tidak mau, apalagi meraih itu. Mungkin nunggu beberapa generasi lagi.

Lab komputer, Gd. Studi Pembagunan ITB yang mungkin sebentar lagi akan dirobohkan

Saturday, June 01, 2013

Aku Bicara Cinta (Ssssttt!)


Ini sebenarnya rahasia banget lo, tapi g papa lah aku ceritain. Aku kan orang terbuka. Biar kamu kalo ngerasain pengalaman kaya aku bisa ambil pelajaran dari nih tulisan. Hehe

Ceritanya aku seneng nih ama anak Planologi. Inisialnya NN. Aku sih suka aja ama dia. Ditanya alasan ? Ya, seneng aja. Pas ketemu dia, kayaknya saling melengkapi aja. Aku jelek ditutupi ama dianya yang cantik. Aku norak ditutupi ama dianya yang cukup oke lah ya. Hehe. Intinya tutup-tutupan. Hehe. Nggak ada alasan spesifik aku seneng dia. Intinya ngepas aja.

Orangnya menurutku sih cakep. Dia pake jilbab. Gaul orangnya. Enak kalo diajak ngobrol. Mobile, jiwanya petualang. Suka baca buku (liat di gambar di twitter sih dia pernah ngeborong buku gitu), mungkin agak suka diskusi, agak pendiem juga, dan ngomongnya blak-blakan. Agak mirip ama aku yang sukanya traveling, ngangkring, ngobrol, dan baca buku.  Emang secara kasta, aku rasa dia kasta ksatria dan aku kasta sudra. Tapi ini prediksi aja kok. Lha wong, tingkatan manusia itu hanya ditentukan ama takwa. So, ini gak berpengaruh sama sekali. Hehe

Lama aku tiba-tiba seneng ama dia sih sekitar seminggu. Aku ragu harus ngungkapin perasaanku ke dianya. Aku cuma bisa berandai-andai kalo dia seneng ama aku juga. Rasanya aku belum pernah mimpiin dia sih tapi hampir setiap aku sendiri, aku inget aja biarpun nggak aku lamunin. Wasting time banget ya kalo aku lamunin dia terus. Hehe. Aku ceritain perasaanku kedianya ama kawan-kawan nongkrong. Aku didorong tuk segera ungkapin perasaan. Tanpa basa-basi sekitar jam 11 malem (22 Mei 2013), aku ke warnet (jalan menuju kosan) dan langsung nulisin perasaanku ke dianya via pesan FB. Bagaimana respon dianya sodara2 ?. Ssstt. Nggak dibales langsung sodara. Ternyata dianya bukan seorang manusia kalong kayak aku. Mungkin malem itu dia sudah bobok. Hehe

Siang, menjelang keberangkatan ke kampus. Beberapa detik mau ke kampus ; saat pake sepatu. Kelap-kelip merah hapeku  menyala dan ada message FB dari si dianya. Yaaaaahh, dianya nolak dengan nada haluus banget. Pake Bahasa Inggris pula. Untungnya aku ngerti maksudnya. Hehe. Dianya udah punya ternyata. Beberapa hari kemudian aku tau kalo dia suka ama temen satu unitnya. Satu angkatan sih ama aku, beda jurusan aja. Emang lebih ganteng sih dibanding aku. "Seloow lah", kataku. Hehe

Padangan cinta versiku pragmatis kok. Cinta kan anak kecocokan jiwa. So, kalo g cocok ngapain harus dipaksakan. Aku g mau ngejar dianya kayak sinetron-sinetron di tipi. Emang dunia ini cuman nyari cewe ? Nggak kan. Santai aja. Kan dianya jadian ama gebetannya itu baru2 ini, mungkin ditengah jalan putus, bisa jadi dia kemudian menerima cintaku. Wkwkwk. Tapi aku nggak doain gtu lo. Aku doain moga langgeng sampe di pelaminan. Haha

Ini adalah pengalamanku kedua setelah sebelumnya digantungin ama anak mikrobiologi (8 April 2012). Kalo yang ini nembaknya via BBM. Silahkan bilang "Turut Belasungkawa Atas Ditolaknya Cintamu Yang Kedua", aku akan senyum-seyum aja. Hahaha

Posted on Saturday, June 01, 2013 | Categories:

Monday, August 13, 2012

Maaf, Sekali Lagi Maaf

Hari ini saya sangatlah sedih sekali padahal seharusnya merasa senang karena hari ini majalah akan naik cetak. Majalah ini adalah hasil kerja keras saya dan kawan-kawan unit untuk menghasilkan majalah dengan kualitas sempurna. Kombinasi warna yang apik dengan konten yang diedit dari jurnalis cukup profesional. Saya sengaja tidak mengambil Semester Pendek hanyalah untuk  menyelesaikan majalah ini. Juga harus mereduksi libur dengan sesering mungkin di Bandung dan dua kali ke Jakarta untuk mengurusi ini.

Saya mengusahakan sekali untuk tidak mengecewakan siapapun di majalah edisi sekarang. Rapat-rapat coba saya efektifkan dengan mengambil sedikit waktu dari Tim. Timeline saya plot hanya sebulan dari tanggal 5 Juni sampe 5 Juli 2012. Biarpun, harus molor lebih dari sebulan karena bahan yang tak kunjung kelar. Koordinasi masih cukup susah dikarenakan liburan yang padat dengan agenda kemahasiswaan seperti Osjur, OSKM dan persiapan OHU 2012. Juga banyak dari Kru yang habiskan liburan di kampung halaman semenjak libur digulirkan. Saya harus berfikir ulang bagaimana tetap melibatkan mereka tanpa mereka terbebani.

Kini majalah sudah selesai. Beberapa jam lagi akan naik cetak, namun saya menyisakan ganjalan menjelang pulang kampung yakni saya tersadar ada satu artikel dari kru yang dengan tidak sengaja tidak termuat di majalah edisi OHU 2012 nanti. Artikel tersebut sudah sangat siap tuk dilayout oleh kawan dari Desain Produk tapi sayangnya dia lupa. Artikel ini belum terlayout sama sekali sampai di daftar isi edisi terbaru, rubrik tulisan ini tidak tercakup di dalamnya.

Akhirnya terpaksa artikel tersebut tidak dimuat di edisi OHU 2012. Jika terpaksa dimuat, pastinya saya harus bilang ke anak DKV (layouter-2) tuk mendesain artikel ini. Saya tidak enak sama beliau karena saya sudah terlanjur bilang sebelumnya bahwa  kerjaan dia sudah selesai. Saya juga telah mentransfer upah ke dia via ATM BNI. Jika terpaksa juga dilayout, saya pastinya akan mengubah susunan halaman dan akan dilakukan banyak pengeditan. Akibatnya majalah akan naik cetak pasca lebaran dan bisa terbit beberapa hari sebelum OHU 2012 akan menjadi teka-teki. Ini pastinya tidak saya inginkan. Ada berbagai agenda yang harus segera difikirkan seperti pembiayaan biaya cetak majalah, OHU unit, dan proses kaderisasi unit.  Saya sengaja menyelesaikan majalah pra lebaran adalah untuk meringankan pekerjaan saya dan kawan-kawan unit nantinya.

Saya rasa saya mengambil kebijakan yang tepat (versi saya). Saya sangat mungkin mengecewakan banyak pihak seperti kawan-kawan unit yang tidak jadi dimuat hasil karyanya,  stakeholder, dan sebagainya. Saya maaf sekali. Sekali lagi maaf. Saya banyak belajar dari kejadian ini. Semoga di edisi selanjutnya saya lebih profesional menjadi seorang Pemimpin Umum.

Antampani Bandung 
Posted on Monday, August 13, 2012 | Categories:

Monday, August 06, 2012

Teruntuk Istriku Nanti

Berpasangan adalah fitrah manusia. Menikah tak hanya untuk berinteraksi fisik dengan lawan jenis tapi lebih dari itu. Menikah menciptakan sebuah kisah cinta manunggal suami-isteri dimana keduanya saling berpaut dan saling melengkapi. Membentuk keluarga bahagia dalam keadaan apapun adalah tujuan semua rumah tangga manusia.

Saya membayangkan dua, tiga, atau beberapa tahun kedepan ketika saya memiliki istri. Saya membayangkan saat usia nikah saya 1-5 tahun, saya pastinya merasakan betapa beratnya mencari nafkah. Stress dan frustasi serta turunnya semangat pastinya akan saya alami nanti. Hadirnya istri saya nanti akan menjadikan saya harus maju dan terus maju. Melihat sunyuman wajah manis istri dibarengi dengan sentuhan keibuan istri membuat saya terus termotivasi. Ketika saya harus membanting tulang, dalam benak fikiran tergambar wajah istri dengan senyuman manisnya. Cinta saya dan istri manunggal, abadi sampai mati.

Ketika saya dalam keadaan terpojok oleh karena banyak orang yang memusuhi saya, istri dengan tenangnya meyakinkan saya bahwa jalan saya sudah benar. Saya harus maju terus. Istri meyakinkan bahwa tiada yang harus ditakuti kecuali Tuhan Sang pencipta. Istri dan saya membiasakan diri untuk selalu menghadap-Nya setiap malam, puasa sunnah juga kita jalani bersama. Cinta kami manunggal atas petunjuk Tuhan.

Ketika saya berada pada puncak kekuasaan, istri mengimbangi kemampuan saya dengan terus menerus belajar. Ia sadar bahwa sebagai seorang istri harus membantu permasalahan suami. Solusinya ia harus faham masalah saya. Ketika saya berkecimpung di dunia wirausaha, ia faham ketika saya jatuh, saya harus berbuat apa. Ketika saya berkecimpung di dunia politik, istri faham bagaimana saya harus berpolitik santun dan cerdas. Ketika saya berada di dunia akademisi dan profesional, istri faham juga. Istri saya adalah pribadi pembelajar seumur hidupnya. Ia gigih dan terus berjuang pantang menyerah. Jiwa kita manunggal karena saling melengkapi.

Sikap istri menunjukkan kesederhanaan sama halnya dengan saya. Dalam keadaan miskin maupun kaya, kita bersikap sederhana dan gemar akan membahagiakan orang. Istri bukanlah pribadi yang sombong dan congkak. Terlihat dari senyumannya yang lepas simbol keikhlasan. Ia dicintai tak hanya oleh saya tetapi juga masyarakatnya.

Istri melepas dengan ikhlas ketika saya harus pergi untuk mencari nafkah. Saya lepas dengan ciuman di kening istri. Istri membalas dengan ciuman serupa. Sangat mesra. Ketika saya harus lembur, istri selalu menanyakan keadaan kesehatan saya. Rasa kangen istri terhadap saya terobati ketika saya datang kembali ke rumah. Istri membukaan pintu, kita saling berpelukan. Sangat mesra. Cinta kami manunggal.

Sunken Court  ITB
Posted on Monday, August 06, 2012 | Categories:

Saturday, August 04, 2012

Pernah Suka...


Suatu ketika saya dekat dengan seorang temen satu angkatan. Kedekatan saya sangatlah sangat sampai dia saya anggap sebagai saudara dekat biarpun dia adalah lawan jenis. Kedekatan ini membuat saya susah menolak permintaannya. Bukti kedekatan saya dengannya adalah tiada hari tanpa kirim SMS. Bukannya satu SMS yang masuk ke inbox HP saya, melainkan lebih dari 5 SMS jika dirata-rata setiap harinya.

Suatu ketika saya dapat kenalan baru dengan seorang lawan jenis juga. Dia dua tahun lebih muda dari pada saya. Saat melihat pertama kali wajah dia, entah mengapa keluar energi yang lebih untuk melakukan pekerjaan dimana saya geluti. Apalagi ketika menyaksikan dia tersenyum. Dia memang sangat pemalu dan sangat keibuan. Dia bukanlah sosok perempuan pada umumnya yang bisa bergaul dengan siapa saja dan sampai kapan saja. Dia punya batas-batas waktu. Biasanya maghrib, dia harus sudah pulang. Saatnya orangtuanya menjemput.

Saya yang terbiasa bercanda dengan kawan dekat saya, gerak-gerik saya memperlihatkan ketertarikan saya dengan perempuan yang dua tahun lebih muda dari saya itu. Namun, bercandanya saya itu hari demi hari terimplikasi dengan kerinduan saya atas perjumpaan kembali dengan dia. Kekangenan saya untuk berinteraksi, biarpun sekedar bercanda dan bercerita ngalor-ngidul.

Seumur hidup, saya belum pernah punya pacar seperti anak muda pada umumnya. Temen deket saya seangkatan memaksa saya untuk “menembak” perempuan yang dua tahun lebih muda dari saya tersebut. Ini  adalah pengalaman pertama saya selama hidup. Saya pun enggan pada awalnya, namun kemudian saya luluh dan mengikuti perintahnya. Saat itu saya habis pulih dari sakit gejala hepatitis ringan dan tepat saat habis sholat maghrib. Melalui Blackberry Messanger saya kirim pesan ke perempuan muda tersebut. Inti dari pesan itu adalah bahwa saya suka dia dan saya menanyakan dia suka pada saya atau tidak. Dia pun menjawab dengan jawaban yang relatif cepat, mata saya segera saya buka setelah beberapa saat saya pejamkan. “Maaf kak, saya lagi ingin fokus belajar dulu”, jawabnya. Isyarat menerima/tidak belumlah jelas. saya segera mengkopi jawaban perempuan muda tadi kemudian mengirimnya ke temen deket yang saya anggap saudara saya sendiri itu. Balasan dia dengan spontannya “cari yang lain saja”. Kurang lebih jawabannya demikian.

Paksaan Atau memang Cinta ?

Pertanyaan ini memang relatif susah untuk dijawab. Upaya “menembak” tadi memang tidaklah sesuai dengan hati nurani yang paling dalam. Ini lebih banyak dipengaruhi oleh paksaan teman dekat saya. Sebenarnya saya punya strategi yang lebih apik untuk selanjutnya mengungkapkan perasaan di waktu yang tepat. Begitu kiranya.

Namun, saya melihat perempuan tersebut dari beberapa hal. Pertama, dia seagama dengan saya biarpun terlihat dari penampilannya ia bukanlah sosok aktivis masjid. Ia juga bukanlah sosok perempuan yang fasih baca al-qur’an atau melakukan ibadah sunnah yang dianjurkan agama. Namun, sifat mau untuk belajar tersirat dari wajahnya. Saya sangat yakin jika ada yang mengarahkan dia pastinya dia jauh melampui ekspektasi saya. Kedua, sorotan matanya dan gerak-gerik tubuhnya menunjukkan sosok pekerja keras. Saya menduga dia bukanlah sosok papan atas di kelasnya saat ini, namun ia sangatlah mampu untuk berjuang hingga titik akhir. Masalah dia cuma satu “motivasi”. Dia akan melesat jauh, saya yakin demikian, dia selalu punya perasaan bahwa dia tertinggal dan tertinggal, maka harus mengejar. Tinggal di stimulus motivasinya itu solusi menurut saya. Ketiga, ia merupakan pribadi yang penurut. Ia tidak akan banyak berdebat tentang hal yang tidak perlu. Ia tipikal orang yang setia. Keempat, kebangkitan motivasi ketika melihat senyum malunya. Pekerjaan berat yang sukar akan penemuan solusi cukup terobati dengan melihat senyum wajahnya. Mungkin itu yang bisa saya gambarkan dari dia, ini murni subjektif saya.

Saya Mendambakan Sosok Seperti Ini

Merajut hubungan percintaan antara dua insan tidak melulu seputar fisik namun jauh lebih besar dari itu yaitu untuk mewujudkan keluarga yang sakinah yang menjadi teladan bagi masyarakat. Keluarga dibingkai atas nama cinta abadi, dalam bahasa BJ habibie disebut “manunggal”, kekal abadi.

Seorang pujaan hati turut serta merasakan pahit getir kehidupan. Ia memberikan suntikan semangat ketika sang lelaki jatuh. Susah senangnya hidup dibagi berdua.

Suatu ketika, saat saya jatuh depresi, pujaan hati menenangkan dengan senyuman manisnya. Ketika saya stress, ia pun membacakan ayat suci. Setiap senin dan kamis saya berdua jalankan puasa bersama-sama. Visi besar untuk membangun bangsa dan negera divisualisasikan bersama. Saya berdua saling mengisi kekurangan dan kelebihan.

Visi berdua jauh lebih besar dari sekedar mencari kebahagiaan keluarga.  Visi saya berdua yaitu membahagiakan orang lain tentunya dengan karya nyata.

What’s next ?

Dalam kamus hidup saya, saya tidak mengenal “pacar” seperti orang-orang muda pada umumnya. Bagi saya perempuan yang saya sukai, tujuan akhirnya adalah pelaminan yakni membentuk keluarga yang utuh dan “manunggal”. 

Sunken Court,  23:42  PM
Posted on Saturday, August 04, 2012 | Categories:

Tuesday, May 01, 2012

Masih Belum Menemukan Tiga Hal

Latihan Gabungan PPSDMS sabtu-ahad lalu adalah Latgab terakhir selama aku berada di lingkungan PPSDMS Nurul Fikri. Berbedanya dari segi konten acara yang lebih internal namun mendalam. Pembicara yang diundang bukanlah tokoh nasional seperti biasanya. Sebut saja Kirana Agustina (organizer TEDx Bandung), Krisna Adiarini (CMO Galenia Child & Mom Center) , M. Idrus (founder Kinan Grup), Arief Munandar (Leadership Inspirer) dan Ust Musholi (Direktur PPSDMS NF).

Dari serangkaian acara satu hal yang paling saya ingat adalah petuah dari Pak Arief Munandar. Beliau menjelaskan bahwa terdapat tiga hal yang jika kita bisa menemukannya kita akan selalu semangat dalam hidup. Tiga hal ini adalah pesan Ibnul Qayyim. Pertama, definisikan secara jelas mimpi dan rencanamu 20, 40 tahun ke depan. Kedua, rencanakan kamu mati ingin dalam keadaan apa. Ketiga, jika Tuhan telah memanggilmu, kamu ingin disebut orang lain sebagai siapa.

Jika ketiga hal ini kita sudah menemukan jawabannya, insyaAllah kita akan selalu semangat dalam hidup. Kegagalan yang terjadi tiap harinya bukanlah pantangan kita tuk maju. Kita akan terus maju dan maju untuk menggapai impian kita. 

8:21 PM


Posted on Tuesday, May 01, 2012 | Categories:

Wednesday, February 22, 2012

Aku Butuh Sesosok Sahabat Bukan Sekedar Teman


Hari ini aku dipenuhi banyak masalah. Masalah yang sangat kompleks. Mulai dari konten majalah yang tak kunjung kelar, surat pengantar proposal, nyiapin dialog interaktif, website unit yang masih acak-acakan, kru unit yang kabur-kabur, tugas asrama dan masih banyak lagi. Sangat kompleks sekali. Aku sangat susah mendiskripsikannya.

Aku mencoba melupakan masalah tersebut dengan bermain tenis meja di himpunan. Aku main habis maghrib sampe Isya’. Ini cukup membuatku fresh sejenak. Habis sholat Isya, aku kembali ke meja kerja “Sekre SC-E04” untuk menyelesaikan amanah-amanah yang terabaikan. Beberapa SMS aku abaikan dengan sengaja. Aku lagi malas membalas.

Tapi sinyal untuk kemajuan sekre aku semakin besar. Biarpun aku sampai saat ini masih single fighter, aku tetap yakin bahwa usahaku tiap hari tidaklah sia-sia. Dibalik kerjaku saat ini, aku menciptakan harapan besar, cita-cita besar. Bukan saat ini, melainkan sesaat aku dewasa nanti. Berkarya sewaktu menjadi mahasiswa adalah catatan emas ketika tuaku nanti. Keinginanku satu “menginspirasi orang-orang disekitarku”. Itu saja.

Masalah tidaklah bisa diselesaikan hanya sehari dua hari. Ini butuh proses apalagi hidup di tengah mahasiswa ITB yang cukup enjoy dengan dunianya sendiri-sendiri. Aku harus bekerja keras menelurkan ide-ide dan harapan baru. Biarpun sendiri tapi kalau diniati dengan tulus, hasilnya pasti akan menggembirakan. 

Saat ini aku hanya butuh seorang yang bisa bekerja kompak. Ia bisa memahami keadaanku dan mau bergerak. Ia bisa membuat aku g kesepian di sekre. Dia selalu memotivasi dan mengkritik untuk membangun sesuai dengan visi dan misi organisasi. Tuntutan dia g banyak. Dia bekerja tidak untuk pamrih. Dia bekerja pure untuk mencapai visi mulia “menjadikan mahasiswa ITB sadar akan kondisi bangsa yang carut-marut ini”. Itulah namanya sahabat bukan teman. Sahabat bukanlah seseorang yang melulu ingin dipahami tapi ia juga memahami keadaanku. Intinya keterikatan emosional sudah terbentuk seperti satu keluarga, satu saudara.

Tapi biarpun seperti ini keadaan sekarang, aku sangat senang sekali karena aku masih bisa berhubungan dengan beraneka aktivis kampus ITB maupun Lingkar Studi Bulak Sumur UGM yang aku anggap sebagai teman dekat. Aku yakin perjuangan berat ini akan sangat bermakna karena aku menjalaninya dengan senyuman. Ya, senyuman yang menginspirasi karena pada hakekatnya diri ini lemah. Hanya Tuhan yang dapat aku andalkan. Tiada seorang pun yang bisa menandinginya.


Posted on Wednesday, February 22, 2012 | Categories:

Monday, January 16, 2012

Yang Ngutangi Aku Itu Telah Tiada


di sekolah ini, pertama kali aku kenal Pak Nadhir
Ketika aku kelas dua SMP, aku lagi seneng-senengnya maen motor pas sore biarpun saat itu mendung gelap sekali. Aku maen sepeda ama Kapit, sepupuku. Aku muter keliling desa sebelah pake motor sepupuku yang lain. Mas Zuri namanya. Saat itu di rumah tidak ada motor satupun. Jalan-jalan ini untuk ngelancarin aku ngendarain motor. Aku sangat belum lancar sebelumnya.

Ternyata hujan lebat turun tiba-tiba di desa Sumberaji. Akupun bingung. Aku g bawa duit yang cukup untuk menambal ban. Sial sekali. Sebagai pertimbangan, kalau motor di-tuntun sampai rumah bakalan jauh banget plus capeknya sangat sekali. Apalagi hujan deras, bakalan hujan-hujanan dan rentan sakit nanti. Aku dan Kapit memberanikan diri tuk mengetok pintu Pak Nadhir. Dengan tanpa malu, akupun bilang terus terang. “Pak, tadi kan saya muter-muter Sumberaji, tiba-tiba di jalan, bocor ban motor saya. Saya tidak bawa duit Pak. Hehehe”, kira-kira itu persuasi saya ke Pak Nadhir tapi pake bahasa Jawa alus. Pak Nadhir pun membalas “Sante wae, piro-piro?”.

Aku pun lega dan segera mencari tempat tambal ban. Akupun selamat dari kecapekan sesaat. Pak Nadhir menyelamatkanku dan Kapit. Dia sangat berjasa. Jasa yang terkira menurutku. Inspirasi dia tak hanya dikelas saat mengajar, melainkan juga di lapangan.

Namun, beliau sekarang sudah tiada hari ini. Innnalillahi wa innaailaihi rooji’un.


Posted on Monday, January 16, 2012 | Categories:

Saturday, January 14, 2012

Asrama Bukan Untuk Orang-Orang Sakit


Baru kali ini saya sakit cukup lama (dua hari) di Bandung, biasanya cuman pilek aja, atau batuk saja. Namun kali ini, tiga penyakit sekaligus; pilek, batuk dan panas badan. Ini tak lain akibat badan saya kurang bisa beradaptasi dengan kondisi cuaca di Bandung. Seminggu lebih aku bermukim di Jawa Timur untuk liburan dimana cuaca disana cukup berbeda dengan disini.

Hampir seluruh hari, Bandung gelap dengan cuman mendung, gerimis atau hujan deras. Kalo di rumah, biasanya pagi sampai siang panas baru kemudian sore hujan lebat. Biarpun begini, nggak dingin-dingin amat kayak di Bandung.

Sejak kamis sore (12 Januari 2012) badanku g enak. Aku tidur aja sampai pagi tanpa obat sedikitpun. Aku kasih makan enak “sate ayam”, minum air putih dan meneguk madu pemberian Ibu dari rumah. Paginya agak mendingan tapi masih belum  fit. Karena hari ini hari jum’at, aku paksakan mandi. Selanjutnya aku ke asrama dan menunaikan ibadah jum’at.  Saat beribadah, badanku g enak banget, panas kambuh, dan badan ini lemes banget. Namun, biarpun begitu, aku lakukan sampai selesai.

Setelah ibadah jum’at, aku ke kampus tuk perwalian di Prodi Matematika. Saat perwalian, ingusku keluar terus. Untungnya aku bawa tissue beli dari Istek Salman tadi. Saat sholat ashar di Salman juga ingusku keluar terus. Terpaksa aku lap ingusku dengan jahim kebanggaan. Dari pada netes ke lantai terus, aku lakukan cara ini.

Pulangnya, langit Bandung menunjukkan gerimis. Aku dengan sepeda butut plat AB menuju asrama di Tubagus Ismail VIII. Di asrama ini lagi ramai anak-anak RT atas, aku pamit tuk tidak menemani mereka. Aku butuh istirahat karena kesehatanku masih belum pulih. Saat aku lagi berinternet di kamar Rivani dan berniat tuk tidur, temanku SMS. Dia nanyain aku mengapa aku galau. Aku pun menjawab, aku lagi sakit. Dia dengan segera menanyakan dimana aku berada dan berusaha mencarinya. Dia sebelumnya belum pernah ke asramaku dan mungkin asing dengan namanya Tubis VIII. Dia adalah temen cewe unit sekaligus jurusan aku. Dia asli Denpasar dan beragama Hindu.

Setelah lama mencari, akhirnya dia sampai di kompleks Mifkho. Karena aku khawatir dia kesasar, aku samperin dia. Dia kesini dengan pacarnya anak Kimia 2006. Dia membawakan obat decolgen dan amoxilin sekaligus nasi pecel lele. Tidak lama aku interaksi ama keduanya, mereka berdua langsung cabut. Aku baru pertama kalinya diperhatiin temen kayak gini. Dia sangat baik.

Dilain sisi, mungkin sangat susah meyakinkan pihak asrama bahwa aku sakit. Mungkin kalo aku ngamar di Rumah Sakit baru percaya. Tidak ada satupun temen asrama yang menawari aku tuk dibelikan makan. Aku akhirnya berkesimpulan kecil “ Asrama Ini Bukan Tempat Orang-Orang Sakit, Kalo Kamu Sakit Minta Orang Lain Saja Urusi Kamu”. Mungkin, itu perasaanku saat ini. Perasaan serupa mungkin dialami oleh temen-temen lain dari daerah jauh.

Semoga autokritik ini bisa menggugah keindividualisan kita. Salam perubahan !
Posted on Saturday, January 14, 2012 | Categories:

Monday, November 21, 2011

Indonesiakah yang menang ?

Sampai saat ini di babak tambahan Indonesia masih bermain imbang dengan Malaysia 1-1 di babak final Sea Games 2011. Semua pemain bermain optimal dan berharap untuk menang. Indonesia untuk pertama kalinya masuk final sea games sejak format Sea Games berubah dari pemain senior menjadi pemain U-23. Siapakah yang akhirnya juara?. Indonesiakah ?. Kita berharap demikian. 


Posted on Monday, November 21, 2011 | Categories:

Thursday, November 17, 2011

Perlulah belajar komunikasi

Siang ini aku bertemu dengan anak Unpad untuk mengurusi presentasi beasiswa besok tanggal 22 November bulan ini. Anak Unpadnya kebetulan perempuan. Tema ketemuannya adalah Technical Meeting acara. Dia menjelaskan dengan temannya sesama perempuan. 

Sesaat pas ngobrol tentunya lagakku berbeda. Mungkin karene dia anak Unpad dan perempuan lagi. Tapi aku kemudian menganalisis. Mungkin karena aku kurang sosialisasi kali ya. Jadinya aku harus sering ketemu orang buat minimal bisa ngobrol biarpun g penting.

Selama enam tahun aku sekolah di sekolah para lelaki. Aku sangat ansos dengan temen-temen di luar sekolah aku. Temenku itu saja. Apalagi komunikasi ama lawan jenis hampir tidak pernah. Ini menyebabkan aku cenderung individualis dan lebih enjoy berteman dengan beberapa orang. Aku belum bisa menjaga pertemanan dengan aneka orang dengan latar belakang yang berbeda.

Tapi saya rasa masa aku menjadi mehasiswa kurang lebih dua tahun lagi. Aku masih bisa belajar komunikasi. Ladang mewujudkan mimpi itu bisa lewat organisasi atau kepanitiaan atau juga cuman iseng ngobrol g jelas. Intinya mau, mau, dan mau. Iya kan?

O ya bisa belajar dari jadi agen asuransi. Hehe

Semoga menginspirasi...
Posted on Thursday, November 17, 2011 | Categories:

Tuesday, November 15, 2011

Domain Baru


Pasti kita ingat dengan gambar diatas. Gambar tersebut kalau tidak salah adalah satria baja hitam yang bertransformasi menjadi bentuk lain yang lebih keren. Disini perlu digarisbawahi adalah transformasi atau 'berubah'.

Manusia membutuhkan perubahan. Tentunya perubahan ke arah positif dan lebih baik. Peristiwa ini jugalah saya alami kali ini. Hal ini terlihat dari tampilan blog ini yang berbeda dengan sebelumnya.

Blog saya sebelumnya beralamatkan http://uruqulmenjadilebihbaik.blogspot.com, terus berganti beberapa waktu di alamat http://beingcracker.blogspot.com. Sekarang saya mencoba tampilan template dinamis blogger saya sekaligus saya ganti alamatnya dengan http://uruqulnadhifdzakiy.blogspot.com.

Dengan hadirnya alamat baru semoga menjadi pertanda diri ini ke arah lebih baik. Semoga !
Posted on Tuesday, November 15, 2011 | Categories:

Monday, October 10, 2011

sebuah Ironi

Sudah ribuan kata motivasi kuserap. Namun, semua itu hanyalah kerak yang memotivasiku sementara. Tidak ada satupun kata yang benar-benar menjadikan aku teringat ketika aku sedang galau. Mimpi-mimpi yang besar yang kususun pada awalnya akhirnya runtuh karena idealism ini adalah sekedar ucapan kosong. Aku akhirnya merasa kerdil dan cukup bisa berangan-angan. Saat aku melihat foto atau video orang susah aku hanya bisa meratapi dan pesimis bisa membantu mereka.

Inilah ironi seorang manusia yang hidup di lingkungan kompetitif dan berbau kepemimpinan yang kuat. Saat yang lain menunjukkan prestasi dan semangat yang meluap-luap, manusia ini barulah sampai pada angan-angan dan tahap inisiasi. Saat semua bergerak, manusia jenis ini baru merintis rencana. Saat yang lain tertawa, manusia jenis ini juga tertawa namun getir. Manusia yang satu ini mencoba gembira di atas penderitaan.

Aku pernah mencari teman seperjuangan yang senantiasa bisa memotivasi dan saling mengingatkan tapi hasilnya nol besar. Aku tidak bisa menemukannya. Padahal lingkunganku sendiri katanya aktivis islam yang syarat dengan dakwah islamiyah. Aku juga sering share kelemahanku kepada sebagian rekanku tapi hasilnya jauh dari memuaskan. Mereka hanya bisa bilang siap-siap tapi cuma sekedar ucapan yang jauh dari rasa ikhlas.

Saat galau menyerang, justru pikiran pintas yang terlintas. Aku merasa jadi orang biasa itulah pilhan terbaik. Waktu luangku lebih banyak, aku bisa refreshing dan tidak mengerjakan tugas bulanan. Aku juga bisa mengenal teman yang bisa jadi curhatan. Aku sekarang bingung ketika berinteraksi terutama dengan lawan jenis.

Saat galau, aku menginginkan freedom. Aku sadar melakukan hal sia-sia memang dilarang namun kalau hanyalah jalan ini yang bisa mendatangkan semangat gimana lagi.

#ironi-tapi aku ingin tidak seperti itu
Posted on Monday, October 10, 2011 | Categories:

Sunday, June 05, 2011

Berbahagialah Orang Yang Ditagih Utang

Saya bingung sekali dengan para pengutang. Biarpun mereka orang dekatku seperti teman asrama, kuliah dll tapi ketika kuingatkan mereka untuk membayar hutang kok berat banget mereka ya. saya tidak terlalu mempersoalkan nominalnya tapi cuman trust mereka gitu. Mereka kebanyakan terlalu menyepelekan utang. Pengennya ikhlas aja. 

Saya pernah menagih utang pada serang teman, tapi nadanya ditinggiin gitu. Bilangnya dia dah bayar, padahal seingatku belum. Aku pun akhirnya harus ikhlas. Tapi moga ikhlasku derajatnya sama dengan ikhlas tanpa paksaan keadaaan.

Tulisan ini sebenarnya untuk mengajak bagi teman-teman yang menyepelekan utang. Saya ingin sekali lingkungan saya adalah orang-orang yang bertanggung jawab. Biarpun utangnya seribu ato lebih sedikit dari itu, ya harus bayar. Jangan inginnya ikhlasin, ikhlasin gitu.

Orang yang ditagih adalah orang yang diingatin atas bahaya akherat. Diriwayatkan bahwa orang yang punya utang paska dia mati akan ditanyain tentang utangnya tersebut oleh malaikat. Jika keluarga atau orang terdekatnya tidak bisa jamin, bisa dipastikan ia akan mendapatkan siksa oleh malaikat. Na'udzubillah.

Terakhir, apabila aku masih punya utang pada kamu, dia, mereka, aku minta banget kamu yang tahu ngingetin. Jadilah pribadi yang bertanggung jawab, karena pribadi seperti itu cermin manusia dewasa. Moga kita diselamatkan oleh Allah dari siksa neraka. Amiin
Posted on Sunday, June 05, 2011 | Categories:

Saturday, May 21, 2011

Jadi diri sendiri lebih enjoy !

Melihat realita di kampus dan sekitarnya, saya melihat ada banyak keganjilan. Keganjilan-keganjilan itu membuat saya benci bahkan muak. Bukan dengan orangnya tapi prilaku dan tindakannya. Realitanya demikian, banyak orang pedesaan atau kampung yang lagaknya masyaAllah. Tampangnya pas-pasan tapi penampilannya astaghfirullah. Parah banget ni orang. Orang-orang ini masuk katagori manusia tak tau diri. Ini kebanyakan dijangkit oleh pekerja-pekerja perempuan baik di toko-toko besar ato juga di sepanjang jalan dan warung.

Realita kampus menunjukkan realita serupa. Banyak orang daerah yang mencoba lagaknya sok modernis. Kata-kata loe guwe ibarat menjadi satu-satunya ucapan yang layak di kalangan mahasiswa. Padalah banyak subtitute yang lebih baik seperti kamu, saya, sampean, aku. Hal tersebut mungkin tidak fatal. Yang lebih fatal kalo kebiasaannya menjadi berbeda dari semula. Ya karena merasa budaya dan kebiasannya dulu norak dan tidak gaul. Disinilah mereka mencoba hedon, gaya pakainnya berubah, model rambut ganti dan kerudung pun dilepas innalillah. 

Inilah realita yang terjadi. Banyak manusia yang tidak PD dengan model dirinya semula. Padahal kalo kita tidak mengikuti gaya mereka juga bisa kok dekat ama mereka. Kita harus banyak bacaan dan referensi. Karena dengan inilah kita akan mengenal banyak hal yang menjadikan kita lebih survive dan mampu beradaptasi lebih baik.

Be Your Self because Difference is Beautiful
Posted on Saturday, May 21, 2011 | Categories:

Wednesday, May 18, 2011

Wednesday, May 11, 2011

Buku Bagus Om !

Haha.. waktunya baca ni buku. Bagus banget pokoknya. Ini lanjutan buku Change! Karya Rhenald Kasali. Selamat menikmati !
Ini bukunya

Posted on Wednesday, May 11, 2011 | Categories:

Monday, May 09, 2011

Mengenang Sepeda

Dah seminggu lebih aku g pake sepeda kesayangan. Haha. Gara2 sindrom 'baca' akut. Hehe
Tampak bagian sepedaku--saat baru beli
Posted on Monday, May 09, 2011 | Categories:

Tuesday, April 05, 2011

Siapa mereka ?

Ada Goris Mustaqim ?
        Ada Elang Gumilang ?
                Ada Pendiri TelaKrezz sapa ya lupa, orang Jogja ?
                        Ada Pembuat gerabah dari 'telethong' sapi ?

Siapa mereka ???
 ---Mereka sama kayak kamu
================mahasiswa==================
#tapi kalo sekarang udah kagak kayaknya

Siapa bakalan min mirip sama dia ????

AKU 
Posted on Tuesday, April 05, 2011 | Categories:

Wednesday, March 16, 2011

Neraka Tinggal Sejengkal


Aku kenal dengan seorang mahasiswa. Usianya 20 Tahun. Dia kuliah di sebuah universitas terkemuka di negeri ini. Sebut aja Universitas X. Keseharian dia selain dihabisin dibangku kuliah, ia juga aktif di berbagai organisasi. Ia aktif di tiga organisasi dan jabatannya cukup strategis.

Namun kawan, dia bukan sesosok pribadi yang tangguh. Indeks Prestasi dia pun nggak nyampe tiga. Namun dia sombongnya minta ampun. Mungkin karena keseringan nampang ngomong kali ya. Tiga organisasi besar itu ternyata sangatlah berbeda latar belakangnya. Organisasi A bergerak di dunia dakwah islam. Organisasi B bergerak di bidang kekampusan. Organisasi C bergerak di pemikiran kiri alias komunis. Dia orangnya ternyata nggak sadar diri. Dia nggak sadar ternyata inputan informasi dan pengetahuan dia sangat minimalis, sementara tuntutan seabrek. Dia jarang baca dan nulis. Blog dia dia biarkan kosong momplong selama dua bulan. Facebook dia cumin isinya tulisan di wall itupun kalo dirata-rata dua minggu sekali. Tulisan di note apalagi gak ada.

Dia seorang yang labil banget namun ambisinya tinggi. Suatu saat dia lagi on fire. Dia nulis di media nasional namun gagal. Dia pun berhenti kemudian.  Dalam benak dia focus utama adalah akademik. Ia belajar mati-matian namun nilai masih tak kunjung baik. Salah dia dia tidak ngukur diri sih. Dia belajar pada saat badan butuh rehat. Sementara, pada saatnya belajar di kelas atau mengulang pelajaran di rumah ia tertidur pulas.

Dampak dia lagi orang muddy, sekarang prestasinya nggak ada. Akademik tambah parah, kepanitiaan ancur, organisasi kabur-kaburan, ibadah pun jarang. Nggak tau apa yang bias dibanggakan dari anak ini. Dia sekarang kadang berbangga dengan dia sekarang studi di kampus X itu. Di pikirannya selalu terbayang kan dapat IP disini kan susah coba kalau aku kuliah di universitas Y ato Z pasti tiga koma di tangan. Begitu yang sering terlintas di kepalanya.

To be continue…
Posted on Wednesday, March 16, 2011 | Categories: